Orang Tua Muslim Wajib Tahu 5 Do’a untuk Anak Ini

ARROHMAHBOGOR.SCH.ID – Dalam Islam, doa orang tua memiliki pengaruh besar terhadap anak-anaknya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang yang dizalimi.”(HR. Abu Dawud No. 1536, Tirmidzi No. 1905) Berikut lima doa yang wajib diketahui, dan bisa dipanjatkan oleh orang tua untuk kebaikan anak-anak mereka: 1. Doa agar Anak Menjadi Saleh dan Bertakwa Allah mengajarkan dalam Al-Qur’an doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang meminta keturunan yang saleh: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ Rabbi hab lî minash-shâlihîn. Artinya:“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Ash-Shaffat: 100) Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa ini menunjukkan betapa pentingnya meminta kepada Allah agar dikaruniai keturunan yang taat dan berbakti. Sebab, anak yang saleh adalah investasi kebaikan yang terus mengalir bagi orang tua. 2. Doa agar Keturunan Menjadi Penyejuk Hati Doa ini dipanjatkan oleh hamba-hamba Allah yang beriman agar diberikan keturunan yang menjadi penyejuk mata dan hati: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍۢ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun, waj’alna lilmuttaqina imama. Artinya:“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74) Doa ini menunjukkan keinginan orang tua agar anak-anak dan keturunannya menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan hati, serta harapan agar mereka menjadi teladan dalam ketakwaan. 3. Doa agar Anak Tetap Mendirikan Shalat Doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ini memohon agar dirinya dan keturunannya tetap mendirikan shalat: رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ Rabbi aj‘alnî muqîmas-shalâti wa min dzurriyyatî, rabbana wa taqabbal du‘â’. Artinya:“Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40) Penjelasan Ulama:Imam Al-Baghawi menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan pentingnya berdoa agar keturunan kita selalu menjaga ibadah kepada Allah dan tetap berada dalam ketaatan. 4. Doa Dianugerahi Keturunan yang Baik Doa Nabi Zakariya ‘alaihissalam ini memohon keturunan yang baik dari sisi Allah: رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةًۭ طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ Rabbi hab lî min ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî‘ud-du‘â’. Artinya:“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38) Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa ini mencerminkan keinginan orang tua agar anak-anaknya tumbuh dalam kebaikan dan dijauhkan dari pengaruh buruk lingkungan. 5. Doa agar Anak Menjadi Penghafal Al-Qur’an dan Sunnah Doa ini memohon agar anak-anak menjadi penghafal Al-Qur’an dan Sunnah, serta diberkahi dalam kehidupannya: اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ Allâhummaj‘al aulâdanâ aulâdan shâlihîn hâfidhînal-Qur’âna was-Sunnah, fuqahâ’a fîd-dîn, mubârakan hayâtuhum fîd-dunyâ wal-âkhirah. Artinya:“Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak-anak yang saleh, penghafal Al-Qur’an dan Sunnah, faqih dalam agama, serta diberkahi kehidupannya di dunia dan akhirat.” Doa ini mencerminkan harapan besar orang tua agar anak-anak mereka tidak hanya memiliki ilmu agama yang kuat, tetapi juga mendapat keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Kelima doa di atas menunjukkan pentingnya meminta kepada Allah agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, terlindungi dari keburukan, cerdas, dan bersyukur. Sebagai orang tua, tidak hanya mendidik dengan usaha, tetapi kita juga harus mengiringinya dengan doa yang tulus. Semoga doa-doa ini menjadi amalan yang bermanfaat bagi para orang tua dan menjadikan anak-anak kita generasi yang diridhai Allah. Aamiin. (Humas MAB)
Tujuh Doa yang Tidak Boleh Dilewatkan oleh Penuntut Ilmu

ARROHMAHBOGOR.SCH.ID – Menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam usaha meraih ilmu yang bermanfaat, terdapat beberapa doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Berikut adalah tujuh doa yang tidak boleh dilewatkan oleh para penuntut ilmu, beserta terjemahan dan penjelasannya. 1. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat “اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا” Allahumma inni as’aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan thayyiban wa ‘amalan mutaqabbalan. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.” Diriwayatkan dalam hadits dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah ﷺ sering membaca doa ini setelah shalat Subuh (HR. Ibnu Majah No. 925 dan Ahmad No. 3669, dinilai hasan oleh Al-Albani). Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, Al-Mubarakfuri menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mendekatkan seseorang kepada Allah dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Doa Memohon Kefahaman dalam Agama “اللَّهُمَّ فَقِّهْنِي فِي الدِّينِ” Allahumma faqqihni fid-diin. Artinya: “Ya Allah, berilah aku pemahaman dalam agama.” Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Dia akan menjadikannya faqih (paham) dalam agama.” (HR. Bukhari No. 71 dan Muslim No. 1037). Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa pemahaman dalam agama bukan sekadar mengetahui hukum-hukum syariat, tetapi juga bagaimana mengamalkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari. 3. Doa Memohon Kemudahan dalam Memahami Ilmu “اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا” Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul-hazna idza syi’ta sahlan. Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau dapat menjadikan kesulitan menjadi mudah jika Engkau menghendaki.” Diriwayatkan dalam hadits oleh Anas bin Malik bahwa Nabi ﷺ sering membaca doa ini ketika menghadapi kesulitan dalam berbagai urusan (HR. Ibnu Hibban No. 2427, dinilai shahih oleh Al-Albani). Ulama seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa doa ini mengajarkan bahwa semua kemudahan bersumber dari Allah, sehingga kita harus selalu bersandar kepada-Nya dalam mencari ilmu. 4. Doa Memohon Ilmu yang Benar dan Terhindar dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat “اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا” Allahumma inni a’udzu bika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qalbin laa yakhsha’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabu lahaa. Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah merasa cukup, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 2722. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang hanya untuk duniawi tanpa mengingat akhirat. Oleh karena itu, seorang Muslim harus mencari ilmu yang dapat membimbingnya menuju keridhaan Allah. 5. Doa Memohon Hikmah dan Kefasihan “رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي” Rabbi isyrah lii shadrii wa yassir lii amrii wahlul ‘uqdatam min lisaanii yafqahu qawlii. Artinya: “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami ucapanku.” Ini adalah doa Nabi Musa ‘alaihissalam ketika diperintahkan oleh Allah untuk berdakwah kepada Fir’aun (QS. Thaha: 25-28). Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan bahwa doa ini mengajarkan kita untuk meminta keteguhan hati, kemudahan, dan kefasihan dalam menyampaikan ilmu kepada orang lain. 6. Doa Agar Diberi Kecerdasan dan Hafalan yang Kuat “اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مَا نَسِيتُ وَعَلِّمْنِي مَا جَهِلْتُ” Allahumma dzakkirnii maa nasiitu wa ‘allimnii maa jahiltu. Artinya: “Ya Allah, ingatkanlah aku terhadap apa yang aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang belum aku ketahui.” Diriwayatkan bahwa Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengajarkan doa ini kepada murid-muridnya dalam rangka meningkatkan daya hafalan. Imam An-Nawawi menyatakan bahwa doa ini penting bagi pelajar dan penghafal Al-Qur’an agar Allah memudahkan pemahaman mereka. 7. Doa Agar Ilmu Bertambah “رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا” Rabbi zidnii ‘ilmaa. Artinya: “Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmuku.” Doa ini terdapat dalam Al-Qur’an, di mana Allah memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk memohon tambahan ilmu (QS. Thaha: 114). Tafsir As-Sa’di menyebutkan bahwa doa ini menunjukkan bahwa ilmu adalah ibadah yang harus terus bertambah sepanjang hayat. (HumasMAB)
Lewat Language Development Center, MAB Bantu Kembangkan Kemampuan Bahasa Calon Murid

ARROHMAHBOGOR.SCH.ID – Tahun Ajaran 2025/2026 masih beberapa bulan lagi dimulai, tapi calon murid Ma’had Ar-Rohmah Bogor (MAB) sudah dapat mendapat manfaat berupa bimbingan pengembangan bahasa, khususnya bahasa inggris dan bahasa arab. Language Development Center, yang didirikan MAB sejak November 2024, berkomitmen untuk menghadirkan layanan pendidikan bahasa yang mumpuni. LDC bertujuan untuk membentuk generasi muslim yang komunikatif, berwawasan global, berkarakter Islam, kreatif, dan inovatif. Ustadz Wahyu Risdhyan Ari Wicaksono, kepala LDC, menyampaikan bahwa saat ini program utama yang telah berjalan adalah Basic English Matriculation. Program tersebut diikuti sebagian besarnya oleh para calon murid MAB TA 2025/2026. “Alhamdulillah untuk program yang telah berjalan adalah Basic English Matriculation diikuti sebagian besar oleh murid di jenjang SD dan SMP yang telah mendaftar ke Ma’had Ar-Rohmah Bogor dari berbagai daerah seperti Oku Selatan, Jakarta, Bogor, Bekasi, dan lain-lain,” ujar Ustadz Wahyu. Program Basic English Matriculation sendiri telah diikuti oleh empat angkatan peserta didik yang kebanyakan merupakan para calon murid MAB. Sambil menunggu dimulainya tahun ajaran baru, mereka telah dapat mendapat manfaat pembelajaran melalui program ini. “Harapan besar kami bagi para peserta LDC adalah tetap semangat dalam mempelajari bahasa Asing dalam hal ini adalah bahasa Inggris dan Arab untuk bisa mencapai salah satu kecakapan yaitu komunikatif serta berwawasan global,” Ustadz Wahyu menambahkan. Selain itu, LDC juga berencana mengadakan program lanjutan untuk para peserta. “Tentu ada beberapa program yang pastinya sudah ditunggu-tunggu oleh sebagian besar peserta salah satunya yaitu The Next English Matriculation untuk Intermediate dan Advanced Level,” ujar Ustadz Wahyu. Sistem pembelajaran di LDC ke depannya, tambahnya, juga tidak hanya dilaksanakan secara Online melainkan juga Offline. “Sehingga memungkinkan para peserta untuk lebih bisa mengembangkan kemampuan linguistik mereka dengan berinteraksi secara langsung dengan tentor dan peserta lain.” Meski diadakan oleh MAB, program LDC sendiri dibuka untuk umum, tak hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang telah mendaftar sebagai calon peserta didik di MAB. (Fida’ Ahmad S) — — — — — — — — — — — — — — — — — — — Ma’had Ar-Rohmah Bogor membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2025/2026 untuk jenjang SMP-SMA putra dan putri. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi costumer service di sini.
Menjadi Orangtua Cerdas Bersama Ma’had Ar-Rohmah Bogor

“Tantangan zaman bagi pendidikan anak-anak saat ini sama sekali tidak ringan. Orangtua dan lembaga pendidikan, punya peran dan tanggung jawab yang besar.” ARROHMAHBOGOR.SCH.ID – Ma’had Ar-Rohmah Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam perjuangan mendidik generasi Islam lewat seminar parenting, “Becoming Smart Parent: Membentuk Adab dan Literasi Anak di Era Digital”. Sukses diselenggarakan pada Sabtu, 7 Desember 2024, acara tersebut menghadirkan dua pembicara utama yang berkompeten dalam bidangnya, Ustadz Abdullah Warsito, S.Hum, Mudir Ma’had Ar-Rohmah Bogor, dan Ustadz M. Cholidi Asadil Alam, M.I.Kom., M., aktor film Ketika Cinta Bertasbih dan seorang pegiat dakwah. Ustadz Abdullah Warsito dalam pemaparannya kepada 130 lebih peserta webinar, menegaskan bahwa, tantangan zaman bagi pendidikan anak-anak saat ini sama sekali tidak ringan. Orangtua dan lembaga pendidikan, ungkap beliau, punya peran dan tanggung jawab yang besar. Anak sebagai investasi terbaik orangtua, menurut Ustadz Abdullah, perlu mendapatkan pendidikan terbaik agar mampu bertahan dan menjadi unggul. Dan pesantren adalah pilihan pendidikan terbaik yang ada saat ini bagi orangtua muslim. “Pesantren tak hanya mengajarkan ilmu sebagai bekal buat anak, tapi juga menanamkan adab,” ujar Ustad Abdullah. Dengan begitu, lanjutnya, memilih pesantren adalah wujud ikhtiar terbaik orangtua untuk pendidikan anak-anaknya. Terlebih, ungkap beliau, “dengan penanaman adab di pesantren, adab anak terhadap orangtua pun turut ikut terbentuk.” Ustadz Cholidi juga menegasan bahwa zaman sekarang adalah zaman destruktif yang menjadi tantangan berat. Ia juga menegaskan bahwa mendidik anak adalah perkaran yang penting dan utama. Hal itu karena sejatinya dengan mendidik anak, kita juga turut mendidik satu generasi di bawahnya. Selain membagikan pengalamannya terkait dunia pendidikan sebagai aktor dan pegiat dakwah, Ust. Cholidi juga memberikan beberapa tips yang penting bagi para orangtua muslim. Di antaranya adalah konsep “Management Truk Gandeng”: “Management Truk Gandeng, maksudnya adalah agar orangtua memperhatikan secara khusus pendidikan terhadap anak sulungnya,” ujar Ustadz Cholidi. Anak pertama, menurutnya, adalah patokan yang akan menjadi teladan bagi adik-adiknya. “Bukan pemakluman buat anak kedua ketiga, tapi agar jadi pengertian buat anak pertama,” tambahnya. Pada penghujung, moderator acara, Ust. Marzan Safrudin, M.Pd., menyampaikan komitmen Ma’had Ar-Rohmah Bogor demi pendidikan anak-anak muslim. Wakil Mudir Ma’had Ar-Rohmah Bogor tersebut menyatakan bahwa acara serupa akan kembali diagendakan, khususnya diperuntukkan bagi para calon wali santri Ar-Rohmah, juga orangtua muslim pada umumnya. (Fida’ Ahmad S/ Humas)
SMP-SMA AR-ROHMAH PUTRI TERIMA KUNJUNGAN DARI TIMUR TENGAH

ARROHMAH.CO.ID — SMP-SMA Ar-Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang kedatangan tamu istimewa. Kali ini berasal dari Relief 4 Life, organisasi kemanusiaan asal Timur Tengah. Rombongan itu berjumlah 10 orang dan berasal dari beberapa negara; Kuwait, Oman dan Mesir. Mr. Abu Sarah, selaku ketua rombongan menyampaikan kegembiraannya bisa berkunjung ke kampus Ar-Rohmah Putri. “Terimakasih, kami sudah diterima dan disambut dengan baik,” ujarnya, Kamis (25/6). Mr. Abu Sarah mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka wisata religi dan mengenal lebih dekat masyarakat Indonesia. Menurutnya, dari sekian banyak kunjungan yang dilakukan, baru di Ar-Rohmah Putri ini mereka memiliki kesan tersendiri. Tak terbayang oleh mereka, jika kampus Ar-Rohmah Putri ini memiliki lingkungan yang asri dan dikelilingi bangunan-bangunan yang bagus. Disetiap sudut nampak pula para santri sedang giat belajar agama Islam dan menghafal Al-Qur’an. Mereka pun seperti melihat calon-calon generasi Qur’ani di masa mendatang. Bahkan sebagian dari mereka, seolah berada di negeri sendiri. Saat mendengar alunan nasyid yang dibawakan dengan merdu oleh para santri, sebagai penyambut kedatangan mereka. Setibanya di kampus Ar-Rohmah Putri tersebut, mereka pun disambut dengan hangat oleh segenap dewan guru, pengurus yayasan dan para santri. Bagi para santri, kunjungan ini merupakan momen berharga untuk mengasah kemampuan berbahasa arab maupun Inggris mereka. Selain itu, menambah wawasan tentang kehidupan masyarakat muslim disana. Berlangsung penuh keceriaan dan kekeluargaan, kunjungan singkat tersebut dimulai pukul 15.30 WIB dan berakhir menjelang magrib. (Hery Purnama/Humas)
International Visit: Perluas Relasi, Sambut Hangat Tamu Aussie

ARROHMAH.CO.ID — Agustus 2024, Di tengah gempuran era globalisasi, luasnya relasi menjadi salah satu faktor penting penunjang prestasi. Tak hanya didorong untuk berkenalan dengan sesama bangsa, namun juga penting untuk mengenal mereka yang jauh di seberang, lintas negara. Rabu (28/8), SMA Ar-Rohmah Putri Islamic ‘Boarding’ School lagi-lagi kedatangan tamu asing lintas negara. Sejumlah pelajar Australia yang tengah menikmati liburan kelulusan tertarik untuk berkenalan sekaligus berbagi pengalaman bersama para santri SMA Ar-Rohmah Putri. Bekerja sama dengan American Corner (Amcor) serta Aussie Banget Corner (ABC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk melatih komunikasi berbahasa Inggris. Bertempat di Kantor Sekretariat Ar-Rohmah Putri, acara dimulai pukul 9 pagi dan diawali dengan sambutan singkat dari Ibu Sri Dwi Hastuti selaku kepala ABC ditemani dengan Ibu Ria Arista Asih selaku kepala Amcorserta Ustadz Alimin Mukhtar selaku Direksi Yayasan Ar-Rohmah Putri. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Amcor, ABC, dengan tamu-tamu dari luar negeri. Selain itu, kegiatan ini juga dikemas sebagai culture exchange antara budaya Indonesia dengan budaya-budaya luar. Begitu juga dengan sistem pendidikan yang ada di sini,” jelas Ibu Sri Dwi Hastuti. Acara dilanjutkan dengan presentasi profil dan program kegiatan santri SMA Ar-Rohmah Putri oleh Miss Chory dan Miss Mutia yang bertempat di Perpustakaan Baitul Hikmah. Sejumlah santri yang bergabung dalam ekstrakulikuler English Club (EC)dan I’lamiyyah Ar-Rohmah Putri (I’AR) turut mengisi presentasi sekaligus memandu sesi tanya jawab. Para tamu tampak begitu antusias melontarkan pertanyaan lantaran banyaknya perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dengan Australia. “Acara hari ini diharapkan mampu memberikan pengalaman bagi para santri untuk berkomunikasi secara langsung dengan warga negara lain. Dari sini juga kita bisa menyadari perlunya belajar bahasa asing. Semoga kedepannya kita bisa terus menjalin kerja sama dengan tamu-tamu internasional,” ujar Ustadzah Widi Rahayu, Kepala SMA Ar-Rohmah Putri Islamic ‘Boarding’ School. Usai menyimak presentasi, para santri mengajak tamu-tamu untuk berkeliling area pondok pesantren sekaligus berkenalan langsung dengan santri-santri lainnya yang ada di kelas. Sesi sharing bersama pun kerap terjadi. Para santri tak melewatkan kesempatan mengobrol dengan tamu-tamu internasional serta mengabadikan momen tersebut dalam sesi foto bersama. “Senang banget, tamunya cantik dan kalem banget. Semoga bisa terus ada program-program kayak gini, jadi bisa go international. Siapa tahu kita juga bisa student exchange ke negara mereka juga. Selain menambah pengalaman juga bisa menambah relasi kita juga,” ujar Azka Auliya dan Neysa Aurelia (XI-5) perwakilan santri SMA Ar-Rohmah Putri Islamic ‘Boarding’ School. “The students are so nice, so lovely. I think it’s cool that it’s a boarding school. All the students here seem to be so happy. It’s been a nice big school,” kesan Malia, salah satu pelajar dari Australia. Setelah dirasa cukup mengenal Pondok Pesantren Ar-Rohmah Putri Islamic ‘Boarding’ School kampus 1, para tamu dibawa kembali ke Kantor Sekretariat guna beristirahat sekaligus menyantap makan siang khas masakan Indonesia. Bersiap untuk perjalanan selanjutnya yakni mengunjungi Pondok Pesantren Ar-Rohmah Putri International Islamic ‘Boarding’ School kampus 2. (I’AR: Nisrina Fazila)
Teguhkan Solidaritas Bersama Diklat Andalas

ARROHMAH.CO.ID — 31 Agustus 2024, Diklat anggota Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH) sukses diselenggarakan pada Sabtu lalu. Dengan acara utama bertempat di Aula Roihanah lantai 4, santri mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Diikuti oleh 337 santri yang tergabung dalam 8 departemen yang berbeda-beda. Acara dibuka dengan tahajud jamai dan sholat subuh di Lapangan Saudah kemudian dilanjut dengan senam pagi. Setelah itu, acara dilanjut dengan pembukaan di Aula Roihanah. Pembukaan diisi dengan sambutan dari ketua pelaksana. “Andalas kami ambil dari nama sebuah pohon yang memiliki filosofi tinggi, kuat serta bermanfaat. Harapannya dengan adanya diklat ini, santri dapat memperoleh jati diri yang kuat, bermanfaat dan bermartabat tinggi layaknya pohon Andalas” tutur Salma Fitriah selaku ketua pelaksana diklat Andalas sekaligus wakil ketua umum Gerakan Pandu Hidayatullah. Inti dari acara ini terdiri dari 4 materi dan 1 puncak acara, yaitu Pelantikan Anggota Gerakan Pandu Hidayatullah. Materi mencangkup semangat berorganisasi, public speaking, kemandirian dan ketangkasan serta 1 materi yang menjurus kepada departemen masing-masing. Tujuan diselenggarakannya diklat ini sebagai seleksi terakhir serta sebagai bekal awal untuk satu tahun ke depan. Sebagaimana tujuan diklat pada umumnya, yakni membentuk pribadi yang punya power serta semangat berorganisasi yang tinggi. Diselenggarakannya acara ini juga bukan serta merta untuk menunjukkan dan mengukuhkan status sebagai bagian dari sebuah organisasi, namun juga sebagai langkah awal untuk membuat perubahan besar di masa depan. “Jangan lupa untuk terus belajar. Nggak papa kalau salah, kedepannya bisa berubah. Diklat itu baru awal, bisa dilanjutkan dengan pembinaan. Jadikanlah semangat berorganisasi sebagai motivasi dan pengingat karena pemimpin itu bukanlah yang paling hebat, tapi yang paling bermanfaat” Ujar Ustadzah Nabila Inas selaku ustadzah pembina Gerakan Pandu Hidayatullah. (I’AR: Shibaa Salsabiil & Calista Aqila)
SORAK SORAI PARTISIPASI SANTRI MENYALAKAN GELORA KEMERDEKAAN INDONESIA

ARROHMAH.CO.ID — Sabtu (17/8), Pondok Pesantren Ar-Rohmah Putri kampus 1, Malang turut berpartisipasi merayakan kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. Serangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih yang bertempat di Lapangan Saudah. Upacara dihadiri oleh segenap santri SMP-SMA Ar-Rohmah Putri beserta seluruh ustadz dan ustadzah. Dimulai pada pukul 07.15, upacara berlangsung khidmat dengan Ustadz Alimin Mukhtar sebagai Amirusy Syariyah. Para petugas Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perwakilan santri SMP-SMA Ar-Rohmah Putri kelas 9 dan 12. Adapun pasukan pengibar bendera merupakan santri anggota Departemen Jasadiyah masa jabatan 2023/2024. Ar-Rohmah Putri Voice atau tim paduan suara Ar-Rohmah Putri turut memeriahkan upacara dengan membawakan lagu-lagu daerah Indonesia. “Melihat realita dan kenyataan, cita-cita Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945 masih harus melalui proses yang panjang. Program Indonesia Emas 2045, berisi banyak rumusan cita-cita yang harus diperjuangkan demi kesejahteraan. Untuk mencapai hal-hal tersebut harus dimulai dari komponen-komponen pada masa itu, yaitu kalian. Kalianlah penentu bangsa ini. Mulai hari ini cita-cita besar harus dibangun dengan kesungguhan kalian semua. Sebagai salah satu bentuk rasa syukur kita adalah dengan memaksimalkan kesempatan untuk digunakan. Dan bagi kalian adalah untuk menempuh pendidikan sebaik mungkin,” pesan Ustadz Alimin Mukhtar. Usai upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan serangkaian lomba-lomba. Santri SMA Ar-Rohmah Putri kelas 10, 11, dan 12 berpartisipasi aktif dalam lomba LKBB kreasi dan lomba kekompakan. Adapun para ustadzah juga mengikuti lomba berupa paduan suara dan permainan-permainan tradisional. “Tujuan diadakannya game-game kekompakan selain untuk menyenangkan para santri ialah untuk mempererat tali persaudaraan antar santri. Dari permainan-permainan ini juga, para santri diharapkan mampu mengambil hikmah dari segala sesuatu yang terjadi. Karena orang yang cerdas adalah orang yang pasti bisa mengambil hikmah dari banyaknya hal yang terjadi. Begitu juga dengan lomba ustadzah. Karena banyaknya ustadzah baru, lomba-lomba tersebut diadakan agar bisa lebih mengenal satu sama lain serta menjaga komunikasi agar tetap baik,” jelas Miss Putry selaku ustadzah kesiswaan SMA Ar-Rohmah Putri. Meskipun lelah, para santri nampak begitu bersemangat. Hal tersebut dapat dilihat dari keaktifan dan antusiasme dalam mengikuti lomba-lomba yang disiapkan. Para santri berharap selain sebagai sarana bersenang-senang, kegiatan ini dapat pula membangkitkan semangat kebangsaan dan perjuangan para santri. (I’AR: Putri Dzakiyyah & Nisrina Fazila)
WISUDA 2024: LULUSKAN SANTRI HEBAT BERMASYARAKAT

Ar-Rohmah.co.id — Ahad (9/6), SMP-SMA Ar-Rohmah Putri Islamic “Boarding School” sukses menggelar prosesi wisuda bagi 186 santri SMP angkatan 15, 138 santri SMA angkatan 12, 8 santri dauroh angkatan 6, dan 34 Mahasantri Ma’had Hidayatullah Batu (Mahaba) angkatan pertama. Bertempat di Aula Al-Hambra, kompleks Pesantren IIBS Ar-Rohmah Putri Kampus 2, Wisuda dengan nuansa merah muda ini dihadiri oleh segenap wali santri yang turut bangga dan berbahagia. Tamu Istimewa Wisuda tahun ini turut mengundang tamu istimewa seperti Guru Besar Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Muslihati, S.Ag., M,Pd dan Bendahara YPI Ar-Rohmah Putri Kyai Haji Abdullah Warsito. Jajaran petinggi dan direksi YPI Ar-Rohmah Putri kampus 1, Ar-Rohmah Putri kampus 2, Ar-Rohmah Tahfidz, dan Ma’had Hidayatullah Batu juga hadir menyaksikan prosesi wisuda tahun ini. “Selamat kepada para santri yang hari ini sukses melangsungkan wisuda. Tapi ingat, lulus bukan berarti selesai atau berhenti belajar. Karena sesuai dengan Hadist Rasulullah, belajar itu mulai dari buaian ibu hingga nanti ke liang lahat. Ananda semua lulus dari lembaga pendidikan yang luar biasa, maka teruslah belajar. Di luar nanti, kalian akan menghadapi kenyataan di mana di situlah kalian membutuhkan ilmu dan keteguhan iman, Islam yang diajarkan oleh ustadz-ustadzah yang dapat dijadikan bekal untuk menghadapi berbagai godaan itu,” sambut Prof. Dr. Muslihati, S.Ag., M,Pd. Rangkaian Acara Acara dimulai tepat pada pukul 07.30 dengan persembahan tari saman yang dibawakan oleh 39 santri kelas 8, 10, dan 11. Ustadz Budi selaku pembawa acara menyampaikan bahwa selain menjadi salah satu media dakwah yang berasal dari Provinsi Aceh, tari saman ini memiliki tujuan untuk menjalin tali silaturahmi juga persaudaraan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib wisuda oleh Ustadzah Ulfa, selaku pembawa acara, serta pembacaan ayat suci Al-Quran oleh perwakilan Mahasantri Mahaba. Setelah itu, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Pemudi Hidayatullah yang dipandu oleh Ar-Rohmah Voice (Arvo). “Alhamdulillah, wisuda ini berjalan dengan lancar. Meskipun agendanya lebih padat dibanding kampus yang lain, dari orang tua, wisudawati, dan panitia merasa sangat puas. Meskipun banyak kendala terkait waktu, Alhamdulillah masih bisa teratasi. Harapan ustadzah, lulus bukanlah akhir dari perjuangan. Melainkan awal sebuah perjuangan menghadapi kehidupan masyarakat. Ladang perjuangan yang sesungguhnya ketika menghadapi banyak tantangan di luar sana. Semoga bisa tetap istiqomah dan sukses.” pesan Ustadzah Nanda Primadiani selaku Koordinator Jenjang Kelas 12 sekaligus Sekretaris Pelaksana Wisuda tahun ini. Prosesi wisuda berjalan khidmat dengan suasana haru yang turut menyelimuti. Wisuda ini tidak hanya menandakan kelulusan namun juga menjadi bukti perpisahan para santri yang sukses menamatkan pendidikan bersama selama kurang lebih tiga hingga tujuh tahun di pesantren. Para santri kelas 9 dan 12 menutup prosesi wisuda dengan kesan dan pesan yang diberikan oleh ananda Amrina Amalia, selaku Ketua Umum Gerakan Pandu Hidayatullah 2022/2023, serta persembahan spesial kepada para ustadzah dan orang tua. (I’AR: Nisrina Fazila)
Lima Ayat Yang Menakjubkan

ARROHMAH.CO.ID – Al-Hafizh Said bin Manshur al-Khurasani menyitir sebuah riwayat yang menakjubkan dalam kitabnya, as-Sunan. Riwayat ini statusnya hasan li ghairihi, yakni sebetulnya memiliki sanad dhaif (lemah) namun meningkat menjadi kuat karena didukung oleh jalur periwayatan lainnya. Disebutkan bahwa Ibnu Masud berkata, ” Sesungguhnya di dalam (surah) an-Nisa terdapat lima ayat, dimana dunia dan seisinya ini tidak akan menyenangkanku dibanding dengan kelimanya. Aku sungguh tahu bahwasannya para ulama ketika membacanya mereka pasti mengetahuinya.” Mungkin, ini terdengar seperti gurauan. Sebab, lima ayat itu nilainya begitu menakjubkan. Tetapi, Ibnu Masud adalah salah seorang seorang Sahabat yang menjadi guru dan rujukan dalam bacaan Al-Quran. Beliau pasti tidak bercanda dengan pernyataannya. Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa ingin membaca Al-Quran yang segar sebagaimana ia diturunkan, maka bacalah menurut (tatacara dan sikap) bacaan Ibnu Ummi Abd.”(Riwayat Ibnu Majah. Hadits shahih). Yang dimaksud Ibnu Ummi Abd tidak lain adalah Ibnu Masud. Lalu, apa sajakah kelima ayat dalam surah an-Nisa itu? Pertama, Ayat ke-31 “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” Artinya, jika kita berharap Allah menghapus dan memaafkan kesalahan-kesalahan kecil kita, maka jauhi dan tinggalkan dosa-dosa besar. Lalu, apakah dosa besar itu? Dalam Tafsir Fathul Qadir, Imam Syaukani mengutip pernyataan Ibnu Masud, Dosa-dosa besar adalah semua yang dilarang oleh Allah dalam surah (an-Nisa) ini, sampai ayat ke-33. Ibnu Abbas berkata, Dosa besar adalah setiap dosa yang telah divonis oleh Allah dengan neraka, kemurkaan, laknat, atau siksaan. Kedua, Ayat ke-40. “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat-gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” Allah Maha Adil, dan tidak mungkin berbuat aniaya. Nabi bersabda, “Kelak Allah akan membebaskan salah seorang dari umatku di hadapan banyak orang. Digelarlah untuknya 99 gulungan catatan, masing-masing sepanjang mata memandang, lalu Allah bertanya padanya, “Apakah engkau mengingkari sedikit saja dari semua ini? Apakah para malaikat pencatat amal-Ku telah menzhalimimu?” Ia menjawab, “Tidak, wahai Tuhanku.” Allah bertanya, “Apakah engkau memiliki alasan atau kebaikan.” Maka, diam tanpa dayalah orang itu, lalu menjawab, “Tidak, wahai Tuhanku.” Allah berfirman, “Sebaliknya, sebenarnya engkau mempunyai satu kebaikan di sisi Kami. Tidak ada kezhaliman sedikit pun atas dirimu di hari ini. Maka, dikeluarkanlah satu kartu (catatan yang tertulis) padanya: Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu. Lalu, semua catatan itu diletakkan pada satu sisi daun timbangan, dan selembar kartu itu pada daun timbangan lainnya. Maka, terangkatlah gulungan-gulungan catatan tersebut dan lebih berat yang selembar itu.” (Riwayat Ahmad, al-Hakim dan at-Tirmidzi, dari Abdullah bin Amru bin al-Ash. Hadits shahih). Ketiga, Ayat ke-48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…. Syirik adalah dosa tak termaafkan. Jika seorang hamba mati dan menjumpai Allah dalam keadaan musyrik, maka murka-Nya tak terpadamkan. Ia pasti masuk neraka selama-lamanya. Imam al-Alusi meriwayatkan asbabun nuzul ayat ini dalam tafsirnya: bahwa tatkala turun ayat, Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Az-Zumar: 53), maka Nabi berdiri diatas mimbar dan membacakannya. Ada seseorang yang berdiri dan bertanya, “Bagaimana dengan menyekutukan Allah (syirik)?” Maka, beliau pun diam. Orang itu kembali berdiri dan menanyakan hal yang sama, dua atau tiga kali, sementara beliau tetap diam. Maka, turunlah surah an-Nisa: 48 diatas. Keempat, Ayat ke-64. “…Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” Ayat ini berkenaan dengan beberapa orang yang mengadukan perkara kepada Rasulullah. Namun, setelah diberi putusan, mereka justru tidak puas dan ingin mencari hukum lain yang bisa memenuhi selera nafsunya. Allah menegur keras sikap tersebut, namun menjanjikan jalan keluar, yaitu: jika mereka mau bertaubat dan mohon ampun kepada Allah, lalu mendatangi Rasulullah dan meminta agar dimaafkan serta dimohonkan ampunan, maka pasti Allah bersedia menerima mereka kembali. Kelima, Ayat ke-110. “Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.” Dalam Tafsir Zaadul Masir, Imam Ibnul Jauzi menyatakan bahwa yang dimaksud kejahatan disini adalah syirik, mencuri atau dosa-dosa lain secara umum. Sedangkan menganiaya dirinya adalah menuduh orang lain tanpa bukti atau dosa-dosa lain di bawah syirik. Sesungguhnyalah, kita tidak pernah terlepas dari kesalahan dan dosa. Maka, inilah jalan-jalan emas yang diberikan Allah. Tentu saja, mendapatkan jaminan ampunan dari Allah nilainya akan jauh lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Wallahu alam. [M. Alimin Mukhtar]