Delegasi SMA Ar Rohmah Bogor IIBS Putra Raih Prestasi Membanggakan di IYEN 2025 Malaysia
Malaysia, 12–15 Januari 2026SMA Ar Rohmah Bogor IIBS Putra kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui partisipasi dalam International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 yang diselenggarakan di Malaysia. Kegiatan ini diikuti oleh 9 murid kelas X yang lolos seleksi ketat melalui ujian tulis dan wawancara, serta memperoleh pembiayaan khusus sebagai bentuk apresiasi atas kompetensi dan potensi mereka. Delegasi SMA Ar Rohmah Bogor IIBS Putra terdiri dari murid kelas X Cambridge dan X Academic sebagai berikut: Kelas X Cambridge:Aulia Adyaraka Kartiadi, Favian Dhiaa Alvaro, Farrel Rizky Satrya, King Faltalin Itrat, Mikail Ali, dan Muhammad Khalil Gibran Fazlur Rahman. Kelas X Academic:Alvaro Yusuf Safaraz, Muammar Nurrizki Abidin, dan Muhammad Arya Tsabiq. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai rangkaian program bertaraf internasional, di antaranya Culture Show Exchange, presentasi proyek kepemudaan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), serta kunjungan akademik ke beberapa universitas terkemuka dunia di Malaysia, termasuk University of Malaya dan International Islamic University of Malaysia. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan global, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta melatih kepercayaan diri murid dalam forum internasional. Alhamdulillah, partisipasi tersebut membuahkan hasil yang sangat membanggakan. Delegasi SMA Ar Rohmah Bogor IIBS Putra berhasil meraih sejumlah penghargaan, yaitu Juara 1 Best Innovation, Juara 2 Best Presentation Project, Juara 3 Video Innovation, serta Best Team. Prestasi ini mencerminkan kemampuan murid dalam berkolaborasi, berinovasi, dan menyampaikan gagasan secara sistematis dan persuasif di tingkat global. Dalam kegiatan ini, para murid didampingi oleh dua guru pendamping, yaitu Rizqi Rangga Aufar, S.E. dan Bahrul Muzaki, S.Pd. Alhamdulillah, salah satu guru pendamping, Rizqi Rangga Aufar, S.E., juga memperoleh penghargaan “The Best Leader” atas kepemimpinan, pendampingan, dan dedikasinya selama kegiatan berlangsung. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran strategis guru dalam membimbing dan menguatkan potensi murid, baik secara akademik maupun karakter. Partisipasi dan prestasi dalam IYEN 2025 ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para murid serta menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika SMA Ar Rohmah Bogor IIBS Putra untuk terus mengembangkan pendidikan yang berwawasan global, berakhlak mulia, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan umat.
YIF (Youth Innovation Forum) by GYA dan Ar Rohmah Bogor IIBS
Bogor – SMP SMA Ar Rohmah Bogor International Islamic Boarding School (IIBS) berkolaborasi dengan Global Youth Action sukses menyelenggarakan kegiatan Youth Innovation Forum (YIF) 2026 bertema “Youth for the Future” pada 3–9 Februari 2026. Program internasional ini digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Malaysia, Singapore, dan Thailand. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan wawasan global, kepemimpinan, serta inovasi yang berorientasi pada masa depan. Melalui forum ini, para peserta diajak untuk memahami peran strategis generasi muda dalam menjawab tantangan global, khususnya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Hadir sebagai narasumber utama, Danesh Prakash, seorang pakar SDGs sekaligus dosen UTM, memberikan motivasi kepada para peserta agar mampu menjadi agen perubahan. Dalam pemaparannya, ia menegaskan, “Be the youth that inspires others to realize 17 points SDGs.” Pesan tersebut menekankan pentingnya peran pemuda dalam menginspirasi dan mewujudkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan di berbagai bidang. Rangkaian kegiatan YIF berlangsung dinamis dan penuh semangat. Para peserta mengikuti berbagai agenda edukatif seperti forum diskusi, kunjungan institusi, serta sesi pengembangan kepemimpinan lintas budaya. Selain memperluas wawasan internasional, kegiatan ini juga melatih kemandirian dan kemampuan adaptasi peserta dalam lingkungan global. Salah satu peserta, Nadzifah Maksudina Putry dari Kelas VII Ar Rohmah Putri, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. “Acaranya menyenangkan dan seru. Jadwalnya padat tapi seru. Meski jadwalnya sangat mepet dengan jadwal lain, tapi seluruh kegiatannya edukatif dan informatif. Juga sangat bisa menambah wawasan,” ujarnya. Melalui Youth Innovation Forum 2026, Ar Rohmah Bogor IIBS kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berdaya saing global, berkarakter islami, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang inspiratif.
Kemeriahan Acara Edushphere ExhibitionSMP-SMA Ar-Rohmah IIBS Bogor

SMP-SMA Ar-Rohmah International Islamic School (IIBS) Bogor sukses menggelar acara Edushphere Exhibition 2025 dengan penuh keseruan. Acara yang merupakan proyek dari mata pelajaran Seni Budaya ini diikuti oleh 16 kelompok. Sebanyak 10 kelompok berasal dari jenjang SMP, sedangkan 6 kelompok lainnya berasal dari jenjang SMA. Setiap kelompok menampilkan dua karya sekaligus, yaitu infografik dan presentasi. Infografik dipamerkan di aula sehingga semua wali murid bisa melihat dan mengapresiasinya. Sedangkan, presentasi hanya bisa disaksikan oleh wali murid dari murid-murid yang sedang mempresentasikan karyanya di ruangan khusus ujian Edusphere. Exhibition yang mengangkat tema budaya dari berbagai wilayah Indonesia dan SDGS (Sustainable Development Goals) ini dibuka oleh Kepala Sekolah Akademik Putri Ar-Rohmah IIBS Bogor, Ustadzah Yuniar Wijayanti Wikaton, M. Pd. Kemudian, acara opening Exhibition pun dimulai pukul 08.00 WIB. Sementara, closing pada pukul 12.00 WIB diisi dengan pengumuman award. Untuk jenjang SMP, kategori Best Infographic diraih oleh kelompok 10 (Daerah Istimewa Yogyakarta), sedangkan kategori Best Presentation diraih oleh kelompok 8 (Papua). Adapun, untuk jenjang SMA, kategori Best Infographic diraih oleh kelompok 4 (Geopolitik), sedangkan kategori Best Presentation diraih oleh kelompok 6 (Glatzier). Seluruh murid, wali murid, maupun para guru terlihat begitu semangat dan antusias dalam mengikuti step by step dari acara ini sehingga waktu terasa berjalan sangat cepat tanpa terasa berat. Melalui acara ini, diharapkan para murid akan selalu termotivasi dalam meningkatkan kreativitas mereka dalam bidang seni.
Belajar Siapkan Masa Depan, Murid SMA Ar-Rohmah Bogor Putera Kunjungi Monash University

Santri Sekolah Menengah Atas (SMA) Ar-Rohmah Bogor Putera baru saja melakukan kunjungan penuh pembelajaran ke Monash University, Indonesia – BSD Campus. Pengalaman baik itu dilaksanakan pada Ahad, 26 Oktober 2025, dalam rangka hari pembukaan (Open Day) kampus berperingkat ke-36 QS World University Rangking 2026 tersebut. Monash University adalah universitas riset terkemuka asal Australia yang didirikan pada tahun 1958. Universitas ini dikenal secara global karena kualitas pendidikannya dan memiliki beberapa kampus di Australia, serta kampus internasional di Malaysia, dan yang para pelajar Ar-Rohmah Bogor kunjungi, di BSD, Tangerang, Indonesia. Rangkaian kegiatan sendiri dimulai sejak pukul 07:20 WIB di suasana sejuka pesantren Ar-Rohmah Bogor dengan pelaksanaan sholat Dhuha bersama. Setelah itu, para ustadz membuka secara resmi dan memberikan arahan bagi para murid kelas 10 SMA Ar-Rohmah Bogor dengan jumlah total 33 anak. Ustadz Wahyu Rishdyan, kepala sekolah SMA Ar-Rohmah Bogor Putera mengatakan dalam pembukaan, bahwa kunjungan ke Monash University tersebut akan menjadi pengalaman yang baik bagi seluruh rombongan. Tak langsung berangkat, para murid dan ustadz terlebih dahulu menikmati waktu membaca senyap (Silent Reading Session) di aula sekolah selama 20 menit. Silent Reading Session sendiri merupakan kegiatan rutin mingguan yang diadakan sekolah sebagai bagian dari Program Peningkatan Literasi. Tepat pukul 09:00 WIB, rombongan yang terdiri dari para murid SMA dan didampingi 13 orang ustadz tersebut pun berangkat. Tiba di Monash University, berbagai aktivitas menyambut. Para murid memilih sendiri dan menikmati berbagai rangkaian acara di keseluruhan area lantai 5 dan 6 gedung Monash University. Mulai dari presentasi tiap jurusan yang tersedia, konsultasi terkait pemilihan jurusan, hingga tur area kampus. Komunikasi antara rombongan dengan para staf dan pendidik Monash University, yang sebagiannya berasal dari Australia, kebanyakan dilakukan dalam bahasa Inggris. “It is interesting. We could explore a lot and learn to prepare for our future,” ujar para murid, yang antusias mengeksplorasi selama rangkaian acara. Kunjungan SMA Ar-Rohmah Bogor Putra ke Monash University sendiri berakhir pada pukul 15:00 WIB. Tapi, sekembalinya ke pesantren, rangkaian kegiatan sendiri belum akan berhenti. Para murid SMA, yang dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan program; Akademik, Cambridge, dan Timur Tengah dan Tahfizh, tak hanya membawa oleh-oleh pengalaman tapi juga kesempatan untuk membagikannya. Bergiliran, masing-masing kelompok mempresentasikan apa yang mereka dapat dari kunjungan yang menyenangkan ke Monash University tersebut ke hadapan para murid lain, adik-adik kelas mereka, berbagi aspirasi dan inspirasi. (Fida’ Ahmad S, 2025)
Empat Medali Perak Diboyong Ar Rohmah Bogor IIBS dalam Ajang iJURECON Malaysia 2025

Empat tim peneliti dari SMP-SMA Ar Rohmah Bogor International Islamic Boarding School (IIBS) sukses mempersembahkan karya terbaiknya dalam ajang Insan Junior Researcher Conference (iJURECON) yang diselenggarakan oleh Kolej Permata Insan, Universiti Sains Islam Malaysia, Nilai, Negeri Sembilan. Ajang tahunan bertemakan “Stream for a Better Future” tersebut menganugerahi masing-masing tim dari Ar-Rohmah Bogor satu buah medali perak. Total, ada empat medali perak yang berhasil diboyong Ar Rohmah IIBS Bogor setelah melalui seleksi ketat dalam presentasi karya yang dilakukan secara online pada Jumat, 10 Oktober 2025 lalu. Keempat tim peneliti muda yang berhasil menorehkan prestasinya di kancah internasional ini berisikan dua tim dari kelas VII dan dua tim dari kelas X. Tim pertama yang berasal dari kelas VII terdiri dari Arin Rahma Putri, Clemira Sanika Hadiprastowo, dan Ghazia Karissa Rhea Alfaribi yang mengusung judul penelitian “Designing a Mini Carbon Catcher: A Simple Plant-Based Air Filter for Classrooms”. Adapun, tim kedua yang juga berasal dari kelas VII terdiri dari Falihah Faizah Faqiah, Carinsa Akasyah, Jihan Almaira Qaireen, Mecca Hanania Rinanta, dan Thalita Philberty Islamy yang mengusung judul penelitian “Designing Batik Patterns Up Starnova Using the Concept of Geometric Transformations”. Sementara, tim ketiga yang berasal dari kelas X terdiri dari Almira Fahima Rahma, Ghadah Zarifah Nur Indrayanto, Kayla Zahira, Keola Gentari Ayu, Nurul Falah, dan Syaquirra Neysha Herdiana yang mengusung judul penelitian “The Influence of Eating Habits on Quran Memorization, Assessed Via the Jastrow Illusion in RPG Maker MV: A Case Study of Ar-Rohmah Bogor Students”. Sedangkan, tim keempat yang juga berasal dari kelas X terdiri dari Cheryl Lakeisha, Intan Ilmia, Zafiraisha Makena Panjaitan, Kirana Dhia Syarafana Harwan, Quinsha Adinda Musthafa, Filly Fatiyya, dan Talita Azaria Nada Zahira yang mengusung judul penelitian “Trump’s Tariff Policy According to Realism Theory in International Relations”. Melalui keempat medali perak yang berhasil diboyong oleh keempat tim di atas, Ar Rohmah Bogor IIBS berhasil membuktikan kualitasnya sebagai sekolah internasional kelas dunia. Salah satu pembina tim peneliti ajang iJURECON, yaitu Ustadzah Oktarina, S.Sos. memberikan tanggapannya terkait hal tersebut, “Alhamdulillah, perasaan saya saat tahu bahwa kami dapat medali perak itu senang. Semoga, ke depannya bisa meraih medali emas,”. Redaktur: Eneng Anita
Pesan Ust. Cholidi Kepada Orang Tua Bagaimana Menumbuhkan Semangat Anak untuk Belajar di Pesantren

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ayah Bunda yang dirahmati Allah,mendidik anak untuk mencintai ilmu dan lingkungan yang baik tentu menjadi harapan kita semua. Salah satu tempat terbaik untuk menumbuhkan karakter dan akhlak mulia adalah pondok pesantren — tempat di mana ilmu, adab, dan kemandirian tumbuh bersama. Berikut beberapa tips agar anak-anak lebih semangat untuk mondok, khususnya di Pondok Pesantren Ar-Rohmah Bogor: Pertama, bangunlah komunikasi yang baik dengan anak. Ceritakan hal-hal menyenangkan tentang kehidupan di pesantren — tentang kebersamaan, kemandirian, dan banyaknya teman yang akan ia temui. Ajak anak berdialog dengan hangat, bukan memaksa, agar muncul keinginan dari hatinya sendiri. Kedua, tanamkan keyakinan bahwa menuntut ilmu di pesantren membawa banyak keberkahan. Sampaikan bahwa mondok bukan berarti membatasi cita-cita. Justru dari pesantren, anak-anak bisa tumbuh menjadi apa pun yang mereka impikan — insyaAllah, dengan bimbingan akhlak dan nilai Qur’ani. Ketiga, ajak anak untuk melihat langsung suasana pesantren.Di Ar-Rohmah Bogor, fasilitasnya lengkap, lingkungan belajar yang nyaman, asri, dan insyaAllah membuat anak-anak betah. Melihat suasana positif secara langsung sering kali menjadi dorongan kuat bagi anak untuk ingin menjadi bagian dari pesantren. Yuk, Ayah Bunda, mari wujudkan impian besar anak-anak kita melalui pendidikan terbaik di Pondok Pesantren Ar-Rohmah Bogor.Tempat di mana ilmu dipelajari dengan cinta, dan karakter dibentuk dengan iman.
PRESTASI SANTRI AR-ROHMAH BOGOR

Santri Ar-Rohmah Kembali Ukir Prestasi di Kancah Nasional! Alhamdulillah, kabar membanggakan datang dari ajang Olimpiade Sains Prestasi Pelajar 2025 yang diselenggarakan oleh HIMAFI ITB bekerja sama dengan Lembaga Prestasi Pelajar. Tiga santri Ar-Rohmah Bogor berhasil meraih Medali Perunggu pada bidang Kimia dan Biologi, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan dedikasi, ketekunan, dan semangat belajar yang tinggi. 🏅 Satrya Putra Maheswara – Kimia (Perunggu)🏅 Muhammad Rayhan Arva Reza – Kimia (Perunggu)🏅 Favvian Dhiaa Alvaro – Biologi (Perunggu) Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi diri mereka sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk terus berprestasi dan berjuang dalam menuntut ilmu. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal menuju generasi yang tumbuh dengan nilai-nilai Ahlul Qur’an, kecerdasan intelektual, pola pikir global, komunikasi yang kuat, dan jiwa kepemimpinan yang hebat. Ar-Rohmah Bogor terus berkomitmen mencetak generasi berakhlak mulia dan berprestasi gemilang di berbagai bidang.
Peletakan Batu Pertama Masjid Baiturrohmah

Bogor – Jum’at, 5 September 2025/ 13 Rabiul Awal 1447 H Momentum bersejarah kembali tercatat di lingkungan Ar-Rohmah Bogor Boarding School. Pada hari ini dilaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baiturrohmah, yang nantinya akan menjadi pusat ibadah bagi para santri dan pengurus pesantren. Acara ini secara resmi dipimpin oleh Direktur Utama Yayasan Ar-Rohmah Group, KH. Zainal Mustofa, yang meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Masjid Baiturrohmah bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga akan menjadi pusat pembinaan ruhani dan kegiatan keagamaan para santri, sehingga dapat melahirkan generasi muslim yang berakhlak mulia dan berilmu. Pembangunan Masjid Baiturrohmah ini didanai sepenuhnya dari sumbangan dan sedekah umat, yang dengan penuh keikhlasan turut berpartisipasi untuk beramal jariyah. Diharapkan, keberadaan masjid ini kelak akan memberikan manfaat yang luas dan menjadi pahala yang terus mengalir bagi setiap pihak yang terlibat dalam pembangunannya. Dengan dimulainya peletakan batu pertama ini, Ar-Rohmah Bogor Boarding School menegaskan komitmennya untuk menghadirkan fasilitas terbaik bagi santri, tidak hanya dalam bidang pendidikan modern, tetapi juga dalam penguatan spiritual dan ibadah.
Ar-Rohmah Bogor Resmi Buka MPLS UTAMA Angkatan Perdana: Siap Cetak Generasi Hebat Bermartabat

ARROHMAHBOGOR.SCH.ID – Pada Senin, 21 Juli 2025, Pesantren Ar-Rohmah Bogor secara resmi menggelar Upacara Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Usbu’ Ta’aruf Ma’had (MPLS UTAMA) perdana di komplek pesantren Ar-Rohmah Bogor, Desa Tapos, Ciawi, Kabupaten Bogor. Acara yang berlangsung khidmat ini menandai dimulainya perjalanan pendidikan bagi santri SMP dan SMA angkatan pertama Ar-Rohmah Bogor. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Pendidikan Ar-Rohmah Bogor, Ustaz Marzan Safrudin, S.Pd.I., M.Pd. Dalam amanatnya, Ustaz Marzan menggarisbawahi pentingnya pembentukan Generasi 554, sebuah konsep yang terinspirasi dari Surah Al-Maidah ayat 54. “Generasi 554 adalah mereka yang memiliki akidah yang lurus, akhlak yang baik, semangat dalam beribadah, dan senantiasa mengajak kepada Allah SWT.” jelas Ustaz Marzan kepada para santri baru. Beliau berharap nilai-nilai ini akan tertanam kuat dalam diri setiap santri selama menimba ilmu di Pesantren Ar-Rohmah. Para santri tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusiasme. Diharapkan, melalui MPLS UTAMA ini, mereka tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan pesantren, tetapi juga semakin termotivasi untuk menggali ilmu pengetahuan. Pesantren Ar-Rohmah Bogor berkomitmen penuh untuk mendidik para santri menjadi generasi hebat yang bermartabat dan mampu menebar manfaat di masyarakat. Komitmen ini selaras dengan visi dan misi lembaga pendidikan internasional untuk menghasilkan generasi yang siap memikul amanah Allah sebagai hamba dan khalifah-Nya. (Redaktur: Maman Abdullah, S.H)
5 Persiapan yang Bisa Dilakukan Orangtua Sebelum Ananda Masuk Pesantren

ARROHMAHBOGOR.SCH.ID – Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang telah menjadi bagian dari tradisi keilmuan di Indonesia. Bagi banyak orangtua Muslim, memasukkan anak ke pesantren adalah keputusan besar yang membutuhkan persiapan matang. Berikut lima hal yang bisa dilakukan orangtua dalam menyiapkan anak untuk bersekolah di pesantren: 1. Menanamkan Niat yang Lurus dan Motivasi yang Kuat Niat yang benar adalah fondasi utama dalam menuntut ilmu, termasuk dalam memilih pesantren sebagai tempat belajar. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Orangtua perlu menjelaskan kepada anak bahwa menuntut ilmu di pesantren adalah bagian dari ibadah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah. Motivasi intrinsik anak berperan besar dalam keberhasilan mereka di pesantren. 2. Membiasakan Kemandirian Sejak Dini Pesantren menuntut santri untuk mandiri dalam banyak hal, seperti mencuci pakaian sendiri, mengatur jadwal belajar, dan mengelola keuangan. Oleh karena itu, orangtua perlu melatih anak dalam hal ini sejak dini. Dalam Islam, pendidikan kemandirian juga diajarkan oleh Rasulullah ﷺ yang mengajarkan anak-anak untuk bertanggung jawab sejak kecil, sebagaimana hadits: “Wahai anakku, jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi) Santri yang telah terbiasa mandiri sejak kecil diharapkan lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan pesantren. 3. Mengajarkan Dasar-dasar Ibadah dan Adab Agar anak tidak mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan pesantren, mereka harus dibekali dengan pemahaman dasar tentang ibadah dan adab. Al-Qur’an menekankan pentingnya pendidikan agama sejak dini, sebagaimana firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6) Santri yang telah memiliki dasar ilmu fiqih awal dan adab sebelum masuk pesantren diharapkan lebih mudah mengikuti kurikulum dan peraturan pesantren. 4. Mengenalkan Pola Hidup di Pesantren Hidup di pesantren memiliki ritme yang berbeda dengan kehidupan di rumah, terutama dalam hal disiplin waktu dan keterbatasan fasilitas. Orangtua bisa mengenalkan pola hidup ini dengan membiasakan anak bangun lebih pagi untuk shalat tahajud, mengikuti jadwal harian yang terstruktur, dan mengurangi ketergantungan pada gadget. Hadits Rasulullah ﷺ menyebutkan: “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim) Anak yang telah terbiasa dengan rutinitas ketat akan cenderung lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan pesantren. 5. Membangun Komunikasi dan Dukungan Emosional Meskipun pesantren memberikan lingkungan belajar yang islami, anak tetap memerlukan dukungan emosional dari orangtua. Memberikan pemahaman tentang pentingnya menuntut ilmu dan membangun komunikasi yang baik dapat membantu anak menghadapi tantangan di pesantren. Rasulullah ﷺ menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak, sebagaimana dalam hadits: “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak-anak kecil dan tidak menghormati orang tua.” (HR. Tirmidzi) Dengan mendapat dukungan emosional dari orangtuanya, santri diharapkan lebih memiliki ketahanan dalam menghadapi kesulitan di pesantren. Persiapan anak untuk masuk pesantren bukan hanya soal akademik, tetapi juga mencakup aspek mental, dan sosial, juga bekal iman. Dengan menanamkan niat yang lurus, membiasakan kemandirian, mengajarkan dasar-dasar ibadah, mengenalkan pola hidup pesantren, serta membangun komunikasi yang baik, orangtua dapat membantu anak beradaptasi dengan lebih baik. Semoga dengan persiapan yang matang, anak-anak dapat menempuh pendidikan di pesantren dengan penuh semangat dan keberkahan.