
Ada momen dalam masa tumbuh anak yang mungkin terasa kecil, namun sesungguhnya sangat berarti. Momen ketika mereka untuk pertama kalinya belajar jauh sejenak dari orang tua, mencoba berdiri lebih mandiri, dan menemukan dunia baru yang sebelumnya belum pernah mereka kenal.
Melalui program Ramadaan Saeid (Ramadhan Ceria), Ma’had Ar Rohmah Bogor membuka ruang bagi para siswa untuk merasakan pengalaman menjadi santri selama tiga hari dua malam, pada tanggal 6–8 Maret. Program pesantren kilat ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter dan menumbuhkan kecintaan kepada Islam sejak dini.
Awalnya kegiatan ini diperuntukkan bagi siswa tingkat SD. Namun antusiasme yang begitu besar membuat panitia juga membuka kesempatan bagi beberapa peserta dari jenjang SMP yang ingin merasakan langsung kehidupan di pesantren. Suasana kegiatan pun semakin hidup dengan keterlibatan para santri panitia dari kelas 7 dan kelas 10 yang dengan penuh semangat membantu jalannya acara di bawah bimbingan para ustadzah.

Bertempat di Kampus Ma’had Ar Rohmah Bogor, tepatnya di asrama lantai 3 dan Aula Gedung Kesekretariatan Humas, para peserta menjalani hari-hari mereka layaknya seorang santri. Mereka bangun bersama, beribadah bersama, belajar bersama, dan menjalani berbagai aktivitas yang membangun kedisiplinan serta kebersamaan.
Bagi sebagian anak, berpisah sementara dengan orang tua tentu bukan hal yang mudah. Ada rasa rindu yang mungkin terselip di hati kecil mereka. Namun justru dari pengalaman sederhana itulah mereka mulai memahami betapa berharganya kehadiran keluarga. Mereka belajar bahwa di balik perpisahan singkat, selalu ada pelajaran tentang kemandirian dan kedewasaan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai aktivitas yang tidak hanya seru, tetapi juga penuh makna. Mereka diajak memahami pentingnya adab dan akhlak seorang muslim, mengenal keseruan dunia sains melalui eksperimen cairan dan zat kimia, serta belajar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bersama guru bersertifikat Cambridge dan ustadzah lulusan Universitas Al-Azhar Mesir.
Tidak berhenti di sana, para peserta juga diajak belajar life skill sederhana namun penting, seperti melipat baju sendiri, merapikan lemari, hingga menata tempat tidur. Hal-hal kecil yang mungkin terlihat sederhana, namun menjadi langkah awal untuk melatih kemandirian mereka.




Salah satu momen yang paling menyentuh dalam rangkaian kegiatan ini adalah sesi muhasabah. Dalam suasana yang hening dan penuh refleksi, para peserta diajak merenung, mengenal diri mereka lebih dalam, serta mengingat kembali betapa besar kasih sayang Allah dan orang tua dalam kehidupan mereka.
Kegiatan ini turut dibersamai oleh para pimpinan pendidikan Ma’had Ar Rohmah Bogor, di antaranya Wakil Direktur Pendidikan Ust. Marzan Safrudin, S.Pd.I., M.Pd., S.BA., C.M.BA., Kepala Sekolah Akademik Ustadzah Yuniar Wijayanti Wikaton, S.Pd.I., M.Pd., serta Kepala Kepesantrenan dan Diniyyah Putri Ustadzah Maya Taurussya Dewinta, S.Pd., Gr.
Di akhir kegiatan, para peserta tidak hanya membawa pulang cinderamata berupa tote bag, mug, tumbler, serta buku saku kosakata dua bahasa, tetapi juga membawa pulang sesuatu yang jauh lebih berharga: pengalaman, keberanian untuk lebih mandiri, serta kenangan indah bersama teman-teman baru.
Ramadaan Saeid bukan sekadar kegiatan pesantren kilat. Ia adalah perjalanan kecil yang mungkin akan selalu dikenang oleh para peserta—sebuah perjalanan untuk belajar, bertumbuh, dan memahami bahwa kebersamaan, persahabatan, serta nilai-nilai Islam adalah bekal berharga dalam kehidupan mereka.
